Rembulan Diatas Menara
Pada Surau beratap punden berundak-undak
Rembulan sembunyikan matanya
malu-malu rasanya
Tetapi biasnya menimbulkan bayang
Bocah-bocah bermain sepeda dijalanan berdebu dan berlubang
Lelaki tua bersorban dikedai rumbia
mengepulkan sebongkah asap tembakau
Tatapan matanya memandang kearah menara surau
Tempat rembulan menyembunyikan matanya
Ada rindu yang tersesat disana
Angin menghempaskan debu-debu
Bocah-bocah bersepeda menghilang
Suyup-sayup angin meniup lilin kedai
Seoarang ibu meninabobokan anakanya dengan lantunan ayat suci
Rembulan diatas menara
Mengapa kau sembunyikan mata mu?
Kau lihat kedai sunyi penuh abu dan debu
Hapuslah...
(Aris Mite)
Komentar
Posting Komentar