Langsung ke konten utama

REMBULAN DIATAS MENARA

Rembulan Diatas Menara

Pada Surau beratap punden berundak-undak
Rembulan sembunyikan matanya
malu-malu rasanya
Tetapi biasnya menimbulkan bayang

Bocah-bocah bermain sepeda dijalanan berdebu dan berlubang
Lelaki tua bersorban dikedai rumbia
mengepulkan sebongkah asap tembakau
Tatapan matanya memandang kearah menara surau 
Tempat rembulan menyembunyikan matanya
Ada rindu yang tersesat disana

Angin menghempaskan debu-debu 
Bocah-bocah bersepeda menghilang 
Suyup-sayup angin meniup lilin kedai
Seoarang ibu meninabobokan anakanya dengan lantunan ayat suci 

Rembulan diatas menara
Mengapa kau sembunyikan mata mu?
Kau lihat kedai sunyi penuh abu dan debu
Hapuslah...

(Aris Mite)
Pantura, 09 Juli 2020

Komentar